Hemat Air hingga 20%, Kementan Dorong Pengelolaan Air Sawah Hadapi Kemarau
Efisiensi air kini menjadi kunci menjaga produktivitas padi di tengah musim kemarau yang semakin tidak menentu. Kementerian Pertanian mendorong penerapan metode Alternate Wetting and Drying (AWD) sebagai solusi pengelolaan air sawah yang lebih hemat dan efektif.
Melalui teknik ini, sawah tidak harus selalu tergenang. Air diberikan secara terukur sesuai kondisi kelembapan tanah, sehingga penggunaan air irigasi bisa dihemat hingga 17–20% tanpa menurunkan produktivitas padi. Selain itu, metode AWD juga membantu memperbaiki kondisi tanah, memperkuat perakaran, serta mendukung pertanian yang lebih ramah lingkungan.
Dengan teknologi sederhana seperti pipa pemantau air, petani dapat mengatur pengairan secara lebih tepat, terutama pada fase-fase penting pertumbuhan tanaman. Langkah ini menjadi bagian dari upaya adaptasi perubahan iklim sekaligus menjaga keberlanjutan produksi pangan.
Mari bersama mendukung pertanian yang lebih efisien, adaptif, dan berkelanjutan.